
Menjadi ibu rumah tangga sekaligus ibu dari tiga anak ternyata bukan pekerjaan yang bisa dibilang ringan. Dari luar mungkin terlihat sederhana hanya mengurus anak, memasak, mencuci, membersihkan rumah, lalu mengantar dan menjemput anak sekolah. Tapi kenyataannya, pekerjaan seorang ibu seperti tidak mengenal jam kerja.
Bahkan, kalau ada yang bertanya, “Memangnya ibu rumah tangga capek?” Jawaban saya tentu saja, iya!
Saya sendiri hampir setiap hari sudah bangun sebelum subuh. Saat anak-anak masih terlelap, saya sudah mulai menyiapkan sarapan, membereskan rumah, mencuci piring, menyiapkan perlengkapan sekolah, sampai memastikan tiga anak saya siap berangkat tepat waktu.
Setelah semuanya siap, dimulailah rutinitas antar jemput sekolah menggunakan sepeda motor.
Satu anak masuk sekolah pagi, belum selesai urusan yang satu, sudah waktunya mengantar anak lainnya. Setelah itu pulang ke rumah, mengerjakan pekerjaan rumah tangga, memasak untuk makan siang, mencuci pakaian, menjemur, menyapu, mengepel, dan masih banyak pekerjaan kecil lainnya yang ternyata kalau dikumpulkan bisa membuat tubuh benar-benar lelah.
Belum lagi kalau anak-anak pulang sekolah. Ada yang minta makan, ada yang harus ditemani mengerjakan PR, ada yang ingin bercerita tentang kejadian di sekolah. Sebagai ibu, rasanya tidak tega kalau harus mengatakan, “Nanti dulu, Mama capek.”
Sore Hari Masih Harus Antar Anak Mengaji
Rutinitas saya belum selesai ketika sore datang.
Setelah anak-anak beristirahat dan mandi, saya kembali sibuk menyiapkan mereka untuk pergi mengaji di TPA masjid yang letaknya tidak jauh dari rumah. Lagi-lagi sepeda motor menjadi kendaraan andalan.
Perjalanan memang tidak terlalu jauh, tetapi jalan di sekitar rumah cukup berdebu. Apalagi ketika ada kendaraan yang melintas, debunya terkadang beterbangan dan membuat mata terasa kurang nyaman.
Awalnya saya menganggap rasa tidak nyaman itu biasa saja.
“Ah, paling cuma kena debu.”
Begitu pikir saya.
Namun ternyata, semakin sering beraktivitas di luar rumah, saya mulai merasakan sesuatu yang berbeda pada mata. Mata terasa SEpet, kemudian seperti PErih, dan semakin sore terasa LElah.
Inilah yang kemudian saya pahami sebagai gejala SePeLe.
Gejala Mata Kering yang Awalnya Saya Anggap Sepele

Mata adalah salah satu indera yang berperan penting dalam mendukung aktivitas sehari-hari. Nyatanya, 4 dari 10 orang pernah mengalami mata kering, namun 50% di antaranya tidak menyadari kondisi mata kering tersebut.
Saya pun mungkin termasuk orang yang awalnya menganggap gejala tersebut bukan sesuatu yang perlu diperhatikan.
Padahal, gejala mata kering seperti mata SEpet, PErih, LElah atau yang dirangkum menjadi SePeLe, bisa membuat aktivitas sehari-hari terasa kurang nyaman.
Saya mulai merasakannya ketika sedang menjalankan rutinitas sebagai ibu. Saat mengendarai motor mengantar anak sekolah, mata terkadang terasa kering dan sepet. Debu di jalan membuat rasa tidak nyaman semakin terasa.
Ketika sampai rumah, saya masih harus melanjutkan pekerjaan.
Menyapu dan mengepel rumah juga menjadi salah satu aktivitas yang membuat mata terasa kurang nyaman. Debu yang beterbangan saat menyapu, asap atau uap ketika memasak, hingga berada di depan kompor dalam waktu cukup lama terkadang membuat mata terasa kering.
Belum lagi ketika mencuci pakaian, menjemur, membersihkan kamar, mengelap perabotan, atau membersihkan bagian rumah yang berdebu. Pekerjaan rumah tangga yang dilakukan setiap hari ternyata juga bisa membuat mata membutuhkan perhatian lebih.
Dari Pagi Sampai Malam, Mata Ikut Bekerja Keras
Kalau dipikir-pikir, mata saya memang seperti tidak pernah berhenti bekerja.
Bangun sebelum subuh, menyiapkan makanan, melihat anak-anak bersiap sekolah, mengantar mereka dengan motor, kembali ke rumah untuk mengerjakan berbagai pekerjaan domestik, mengecek tugas anak, memasak lagi, kemudian sore mengantar anak mengaji.
Malam pun bukan berarti waktunya istirahat.
Setelah anak-anak pulang mengaji, saya masih harus menyiapkan makan malam, membereskan dapur, mencuci piring, menyiapkan keperluan anak untuk esok hari, melipat pakaian, dan memastikan rumah kembali rapi.
Kadang baru bisa benar-benar duduk santai sekitar pukul 10 malam. Bahkan tidak jarang sampai jam 11 malam masih ada saja pekerjaan yang harus diselesaikan. Di tengah rutinitas tersebut, mata yang terasa sepet, perih, dan lelah tentu membuat aktivitas menjadi kurang nyaman.
Apalagi saya masih ingin menikmati momen bersama anak-anak. Saya ingin bisa mendengarkan cerita mereka, membantu mereka belajar, menemani bercanda, atau sekadar melihat mereka bermain sebelum tidur.
Saya tidak ingin Gejala Mata Kering yang awalnya saya anggap sepele justru mengganggu momen-momen sederhana yang sangat berharga tersebut.
Untung Saya Menemukan Insto Dry Eyes
Dari pengalaman itu, saya mulai belajar bahwa Mata Kering Jangan Disepelein.
Saya pun mencari tahu bagaimana menjaga kenyamanan mata ketika sedang mengalami gejala mata kering. Selain berusaha memberikan waktu istirahat untuk mata, saya juga mulai lebih memperhatikan kondisi lingkungan.
Kalau sedang menyapu, saya berusaha tidak terlalu terburu-buru agar debu tidak beterbangan berlebihan. Saat berkendara mengantar anak, saya juga lebih memperhatikan perlindungan mata dari debu dan angin.
Dan salah satu yang kemudian saya siapkan di rumah adalah Insto Dry Eyes.
Saya mengenal Insto Dry Eyes ketika mencari solusi untuk membantu meredakan gejala mata kering yang saya rasakan. Sekarang, ketika mata mulai terasa sepet, perih, atau lelah karena aktivitas sehari-hari, saya tidak lagi menganggapnya sebagai hal yang harus ditahan begitu saja.
Tetesin Insto Dry Eyes menjadi salah satu cara yang saya lakukan untuk membantu mengembalikan kenyamanan mata ketika gejala mata kering muncul.
Buat saya, membawa atau menyediakan Insto Dry Eyes juga membuat lebih tenang ketika harus menjalani aktivitas padat dari pagi sampai malam.
Beberapa Aktivitas Rumah Tangga yang Bisa Membuat Mata Kurang Nyaman
Sebagai ibu rumah tangga, ada beberapa aktivitas yang menurut pengalaman saya perlu lebih diperhatikan ketika mata sedang mudah kering, di antaranya:
1. Menyapu dan membersihkan rumah
Debu yang beterbangan saat menyapu atau membersihkan perabot bisa membuat mata terasa tidak nyaman.
2. Memasak
Asap dari masakan, uap panas, minyak ketika menggoreng, bahkan aroma bumbu yang kuat dapat membuat mata terasa perih atau berair.
3. Mencuci dan menjemur pakaian
Aktivitas di luar rumah membuat mata terpapar udara, angin, debu, dan kondisi lingkungan sekitar.
4. Mengantar dan menjemput anak dengan sepeda motor
Angin dan debu di perjalanan menjadi salah satu hal yang paling sering saya rasakan. Apalagi kalau kondisi jalan sedang ramai dan banyak kendaraan lewat.
5. Membersihkan kamar dan perabotan
Debu yang menempel di tempat tidur, lemari, meja, atau perabot rumah bisa beterbangan ketika dibersihkan.
6. Menemani anak belajar
Setelah seharian beraktivitas, mata juga bisa terasa lelah. Ketika harus membaca buku, melihat layar, atau membantu anak mengerjakan tugas, rasa lelah pada mata terkadang semakin terasa.
Karena itu, menjaga kesehatan dan kenyamanan mata bagi seorang ibu sama pentingnya dengan menjaga kesehatan tubuh.
Jangan Sampai Kesibukan Membuat Kita Lupa Menjaga Diri
Menjadi ibu memang berarti memberikan banyak hal untuk keluarga. Waktu, tenaga, perhatian, bahkan sering kali waktu istirahat pun dikorbankan demi anak-anak.
Tetapi saya belajar satu hal bahwa menjadi ibu juga harus menjaga dirinya sendiri.
Karena bagaimana saya bisa mengantar anak sekolah, menemani mereka belajar, mengantar mengaji, memasak, membersihkan rumah, dan mendampingi mereka setiap hari kalau kondisi tubuh sendiri tidak diperhatikan?
Mata mungkin hanya terasa SePeLe.
Cuma sepet.
Cuma perih.
Cuma lelah.
Tetapi kalau terus dibiarkan, rasa tidak nyaman tersebut bisa mengganggu aktivitas yang sebenarnya sangat penting.
Jadi sekarang saya tidak mau lagi menganggapnya sepele.
Gejala Mata SePeLe Jangan Disepelein!
Bagi saya, kenyamanan mata adalah bagian penting untuk bisa terus menikmati setiap momen bersama tiga anak saya. Karena di balik rutinitas mengantar sekolah, menjemput, memasak, membersihkan rumah, menemani belajar, sampai mengantar mengaji ke TPA, ada banyak momen kecil bersama anak yang tidak ingin saya lewatkan.
Jadi, untuk para ibu yang aktivitasnya juga tidak ada habisnya, jangan lupa memperhatikan kondisi mata. Istirahatkan mata ketika ada kesempatan, kurangi paparan debu dan asap, jaga kebersihan lingkungan, dan siapkan solusi untuk membantu mengatasi gejala mata kering ketika dibutuhkan.
Karena Mata SEpet, PErih, LElah itu bukan sekadar hal kecil kalau sampai mengganggu aktivitas kita.
Mari lebih peduli pada mata dan jangan menunggu sampai rasa tidak nyaman mengganggu momen berharga bersama keluarga.
Gejala Mata SePeLe Jangan Disepelein!
Saya pun memilih lebih siap menjalani hari bersama tiga buah hati dengan #InstoDryEyes kedua mata Saya menjadi #BebasMataKering jadi sudah sangat jelas kan ya kalau #MataSePeLeJanganSepelein, karena menjadi ibu memang melelahkan, tetapi setiap senyum dan kebersamaan bersama anak-anak selalu membuat semua perjuangan terasa begitu berarti.